Wednesday, March 17, 2010

(T_T)

dan air mataku xterbendung lagi
tangisku hanya di hati
kerna xmungkin ada hati yang mengerti

tatkala aku terkapai dalam gelombang
bukan pelampung yang dihulurkan
namun tali yang penuh muatan untuk kubawa ke daratan

dan kerna xkan ada yang mengerti
kuteruskan jua berenang ke tepi
walau luka pedih berdarah
terus mengalirkan darah
sampai bila ku akan bertahan
sampai daranhku kehabisan
n mungkin hingga nyawa mengucap selamat tinggal

mengapa masih belum ada yang ingin mengerti
dan kini
tekadku menutup pintu meminta huluran tangan
biarlah perit pedih duka berat ringan sakit
ku bawa hingga ke hujung nyawa

Tuesday, March 16, 2010

celaru

adakah kekuranganku
adakah kelemahanku
apakah hanya aku yang perlu
mengapa kita xcuba bersama mengaku

hati ini bukan batu
hati ini bukan hantu
hati ini hanya satu

marah ini sering kusimpan
marah ini sering kupendam
marah itu yang kaucari
marah itu yang kau dekati

kian hari aku kian hilang
kian lama aku kian layu
kian tahun aku kian keliru

persoalan bukan hanya minta jawapan
persoalan mungkin perlu perbincangan
jawapan bukan hanya jawapan
jawapan perlu ada penjelasan....

Tuesday, March 9, 2010

dirimu

kita merancang...
kita merangka...
jalan hidup yang tampak panjang namun xkita tahu di mana hujungnya
yang penting kan tetap berakhir jua
cuma masanya kita xterjangka

dalam menempuh hujan kehidupan
kau umpama payung yang melindungiku dari kebasahan
dalam menempuh lautan kehidupan
kau umpama layar
dalam merasai manis sebuah resepi kehidupan
kau umpama gula dan madu penawar

dirimu terlalu berharga
syukur dengan anugerah yang Maha Esa
meminjamkanmu kepadaku untuk kehidupan ini

Sunday, March 7, 2010

mengapa aku

kian lama menyepi bukan bermakna sunyi
sekian lama berdiam bukan bermakna melupakan
tapi kerna ada tuntutan dan runtunan yang menyekang

hurm, what should I write here...because when I am writing here I always feel I am talking to someone which is myself. Too many things happen in the past 2-3 weeks. Some of them, a lot actually hurt me but in a positive view, they taught me to be a better one.

antara lebah pasti ada ratu,
antara yang tenggelam mungkin ada yang timbul
antara yang bersinar pasti ada yang menyerlah
antara seribu pasti ada satu
begitulah lumrah


so, dalam banyak2 yang berlaku, ada sesuatu yang paling terkesan di hati. how to describe how much it affects me. I cried all the night. then, still can make cry if i think about it even after two weeks.
hati ku sangat2 terguris waktu itu. aku tahu aku bukan lah baik sangat seperti insan2 itu. tapi apa salah aku?terasa diriku ditipu dan diperbodohkan. aku punya maruah, aku punya perasaan. aku tahu salah berdendam. tapi bukan pintaku. memang berdiam caraku. tapihati ku tetap kan terkesan dengan luka. memang dengan mudah riak wajahku berubah tapi xsemudah itu ku kan lupakan goresan luka di hati ini. inilah aku..ku xminta sesiapa memahami.

itulah kisah yang masih terkesan di hati ini sepanjang aku meninggalkan ruangan ini....
apepun yang kurasa, biarlah ku yang merasa.

Friday, February 12, 2010

saat hujan turun

diriku kini umpama anak burung
belum pandai terbang ke angkasa
sayapku patah
terkandas di bawah pohon
saat hujan turun
ingin berlindung di balik daun
namun daun gugur jatuh ke tanah
diterbangkan angin melayang jauh
kini kakiku pula terseliuh
oh hanya pada Tuhan ku mengadu
hanya pada diri ku merayu
teguhlah jangan kau jatuh

adakah tangan yang ingin membantu
adakah kasih yang ingin menyapu air mataku
~~~~~

Sunday, February 7, 2010

tentang hati

terduduk ku sejenak
memikikan tentang hati
mengapa amarah begitu mudah singgah
di hati bernama nurani ini
mengapa sedih senang benar terbit
mengapa kecewa mudah benar lalu

tidakkah kuberi santapan nuraniku ini
kurangkan kasih sayang yang kau miliki
mengapa sering mencari
teman untuk mengadu
sedang kau tahu
Allah xmungkin berpaling darimu

mengapa sering kutewas
untuk mendidik nurani ini
keras kejap seperti tembok batu
mengapa kau hanya tembok ais
mencair tiap waktu

patut kusyukuri
hakikat hatiku ini
namun xpatut kumengalah
untuk mengjarnya tabah

Saturday, February 6, 2010

penghargaan buatmu



kau,
tulang belakang kekuatanku
walau sukar kita bertemu
kau sering mengingatkanku kau di situ
walau kau menghilang saban waktu
ku tahu kau tetap mengingatiku(mungkin)








aku kini terlalu jauh kau tinggalkan
dalam nilaian ilmu keduniaan
betapa rendahnya aku disisimu
bukan hanya secara fizikal
juga ukuran ilmu di dada


namun,
itu bukan penghalang
kita terus bersama

terima kasihku
penghargaanku buatmu
kerana menumpangkan kasih

pada anak kecil yang terasing ini
kau menghulurkan kasih
tika ku kehilangan kasih seorang abang
kau menghulurkan sayang

tika kusepi tanpa teman

sesungguhnya
tiada ungkapan keiistimewaanmu

kaulah teman
kaulah sahabat
kaulah abang
kaulah insan

satu insan yang istimewa bagiku
hanya kamu